Apa yang dimaksud dengan manhaj salaf? Untuk mengetahui makna dari manhaj salaf, kita perlu mengetahui makna masing-masing dari kata penyusunnya, yaitu kata “manhaj” dan “salaf”.
Makna manhaj
Manhaj atau minhaj secara bahasa artinya ath-thariqul wadhih (jalan yang jelas); metode; sarana untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Oleh karena itu, ada istilah al-manhaj ad-dirasiy (metode belajar) dan al-manhaj al-bahts (metode penelitian).
Sedangkan makna manhaj secara istilah syar’i, dijelaskan oleh Syekh Dr. Muhammad bin Umar Bazmul hafizhahullah,
الطَرِيْقَةُ الَّتِي يَحْصُلُ بِهَا تَحقِيْقُ المُتَابَعَةِ لِمَا كَانَ عَلَيْهِ الرَّسُوْلُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ وَ أصْحَابِهِ
“Manhaj adalah metode yang menjadi sarana untuk mewujudkan peneladanan terhadap cara beragama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.” [1]
Ringkasnya, manhaj artinya cara beragama atau metode beragama, baik dalam masalah akidah, ibadah, akhlak, maupun bermuamalah. Sehingga dari sini kita ketahui bahwa makna manhaj itu lebih luas daripada akidah, karena manhaj adalah cara beragama secara keseluruhan, termasuk di dalamnya dalam masalah akidah.
Syekh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan, “Manhaj lebih luas daripada akidah. Manhaj itu mencakup perkara akidah, perilaku, akhlak, muamalah, bahkan mencakup segala sisi kehidupan seorang Muslim. Setiap kaidah yang harus dipatuhi oleh seorang muslim, maka itu disebut manhaj. Adapun akidah, ia adalah pokok keimanan, makna kedua kalimat syahadat, serta konsekuensi dari keduanya. Inilah yang dimaksud dengan akidah.” [2]
Contoh manhaj adalah:
- Kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dalam beragama, serta memahaminya dengan pemahaman salafus shalih.
- Ber-hujjah (berdalil) dengan hadis-hadis sahih dalam beragama, tidak ber-hujjah dengan hadis-hadis lemah atau palsu.
- Menjauhkan diri dari bid’ah dalam beragama.
- Tunduk kepada wahyu serta tidak mempertentangkannya dengan akal.
- Tidak panjang lebar dalam membahas perkara gaib yang tidak dapat dijangkau oleh akal.
- Tidak menceburkan diri dalam ilmu kalam dan filsafat.
- Tidak melakukan takwil yang batil terhadap nash Al-Qur’an dan As-Sunah.
- Mengkompromikan seluruh nash (dalil Al-Qur’an dan hadis) yang ada dalam membahas suatu permasalahan.
- Tidak meninggalkan dalil demi mencari rida manusia.
- Tidak menjadikan perkataan mayoritas manusia sebagai tolak ukur kebenaran; dan lain-lain.
Kaidah-kaidah manhaj di atas berlaku dalam perkara akidah, ibadah, akhlak, ataupun muamalah.
Terkadang sebagian ulama menggunakan istilah manhaj yang maknanya adalah akidah, jika konteks pembicaraannya sedang membahas akidah. Atau mereka memandang kaidah-kaidah di atas sebagai suatu perkara-perkara keyakinan. Sehingga dalam hal ini, manhaj sama dengan akidah.
Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts wal Ifta’ menjelaskan, “Akidah seorang Muslim dan manhaj-nya itu sama saja. Ia adalah meyakini dalam hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan, tentang keesaan Allah dalam rububiyah-Nya, uluhiyah-Nya, dan al-asma’ was shifat, kemudian mentauhidkan Allah dalam ibadah, berpegang teguh pada syariat-Nya dalam perkataan, perbuatan, dan keyakinan, sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunah, dan berjalan di atas jalannya para salaful ummah dan para imamnya. Dari sini kita ketahui bahwa tidak ada perbedaan antara akidah dan manhaj.” [3]
Sebagian ulama adalah menggunakan istilah manhaj dengan lebih spesifik lagi. Syekh Dr. Muhammad bin Fahd al-Furaih mengatakan, “Masalah pertama: mengikuti salafus shalih dalam akidah dan manhaj. Maksudnya, hendaknya seseorang itu akidah dan manhaj-nya sebagaimana akidah dan manhaj salafus shalih, dan tidak berakidah yang bertentangan dengan akidah salafus shalih. Dan yang dimaksud dengan mengikuti manhaj salafus shalih adalah: menjalani jalan salafus shalih dalam bermuamalah dengan ulil amri, dalam bermuamalah dengan ahlul bid’ah, dan yang semisal mereka.” [4]
Dari penjelasan di atas, beliau membedakan antara istilah akidah dan manhaj. Manhaj artinya dalam masalah muamalah terhadap ulil amri dan ahlul bid’ah. Namun secara umum, manhaj artinya cara beragama atau metode beragama atau kaidah beragama, baik dalam masalah akidah, ibadah, akhlak, maupun bermuamalah.
Baca juga: Adakah Kebenaran Absolut?
Makna salaf
Salaf secara bahasa artinya sesuatu yang telah berlalu. Dalam kitab al-Qamus al-Muhith disebutkan,
و السَّلَفُ كلُّ مَنْ تَقَدَّمَكَ مِنْ آبَائِكَ وَذَوِي قَرَابَتِكَ فِيْ السِّنِّ أَوْ الفَضْلِ.وَ السَّلَفُ كُلُّ عَمَلٍ صَالِحٍ قَدَّمْتَهُ
“Salaf artinya orang-orang yang telah mendahuluimu, dari kalangan kakek moyang dan kerabatmu, yang lebih tua dan lebih utama. Dan salaf juga bermakna perbuatan salehmu yang telah berlalu.” [5]
Ibnu Faris dalam kitab Mu’jam Maqayis al-Lughah mengatakan,
سَلَفَ، السِينُ وَاللَامُ وَالفَاءُ أصْلٌ يَدُلُّ عَلَى تَقَدُّمٍ وَسَبَقٍٍ، مِنْ ذَلِكَ السَّلَفُ الذِيْنَ مَضَوْا، وَالقَوْمُ السُّلَافُ: الُمَتَقَدِّمُوْنَ
“Salaf, terdiri dari huruf sin, lam, dan fa’; susunan huruf ini menunjukkan makna sesuatu yang telah berlalu dan terdahulu. Di antara makna salaf adalah orang-orang yang telah berlalu. Al-qaumus sullaf artinya orang-orang terdahulu.” [6]
Ar-Raghib Al-Asfahani rahimahullah menjelaskan, “As-salaf artinya orang-orang terdahulu. Allah Ta’ala berfirman,
فَجَعَلْنَاهُمْ سَلَفاً وَمَثَلاً لِلآخِرِينَ
“Dan kami jadikan mereka sebagai pendahulu dan pelajaran bagi orang-orang setelahnya.” [7]
Salafan di sini maksudnya sebagai pelajaran dan pendahulu … perkataan: si Fulan memiliki salaf yang mulia, maknanya: si Fulan memiliki para pendahulu yang mulia. Jamak dari salaf adalah aslaf dan suluf.” [8]
Salaf secara istilah terdapat makna umum dan makna khusus. Salaf secara makna khusus adalah tiga generasi utama umat Islam, yaitu para sahabat, para tabi’in, dan tabi’ut tabi’in. Imam Al-Lalikai rahimahullah mengatakan,
هُمْ الصَّحَابَةُ، وَالتَّابِعُوْنَ، وَتَابِعُوْ التَّابِعِيَن، وَهُوَ قَوْلُ جُمْهُوْرُ العُلَمَاءِ
“Salaf adalah para sahabat, para tabi’in, dan para tabi’ut tabi’in. Inilah pendapat jumhur ulama.” [9]
Hal ini merujuk pada hadis Nabi shallallahu ’alaihi wasallam,
خَيْرُ أُمَّتي القَرْنُ الَّذِينَ يَلُونِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
“Sebaik-baik umat adalah yang ada pada zamanku (yaitu para sahabat), kemudian setelah mereka (yaitu para tabi’in), kemudian setelah mereka (yaitu para tabi’ut tabi’in).” [10]
Makna salaf secara umum adalah para sahabat Nabi dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat. Tidak hanya terbatas pada tiga generasi saja. Imam As-Safarini rahimahullah mengatakan,
المُرَادُ ِبَمذْهَبِ السَّلَفِ: مَا كَانَ عَلَيْهِ الصَّحَابَةُ الكِرَامِ وَأعْيَانِ التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ, وَأتْبَاعِهِمْ وَأَئِمَّةِ الدِّيْنِ مِمنْ شَهِدَ لَهُ بِالِإمَامَةِ
“Yang dimaksud dengan madzhab salaf adalah praktek beragama para sahabat Nabi yang mulia dan para ulama tabi’in yang mengikuti para sahabat dengan baik, dan para pengikut mereka semua serta para imam yang diakui keilmuannya.” [11]
Hal ini merujuk pada firman Allah Ta’ala,
وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الُمهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أبَدًا ۚ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” [12]
Syekh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan, “Salafus shalih adalah para sahabat radhiyallahu ‘anhum dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka dari kalangan tabi’in, dan tabi’ut tabi’in dari kalangan Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, Hanabilah, dan selain mereka yang berjalan di atas kebenaran dan berpegang teguh dengan Kitab Allah yang Mahamulia dan sunah yang suci, dalam bab tauhid, bab asma’ was shifat, serta dalam semua urusan agama. Kita memohon kepada Allah agar Dia menjadikan kita termasuk di antara mereka, dan agar Dia memberi taufik kepada seluruh kaum muslimin, baik pemerintah maupun rakyat, di setiap tempat, untuk berpegang teguh dengan Kitab-Nya yang Mahamulia, sunah Rasul-Nya yang terpercaya, berhukum dengannya, dan menjadikan keduanya sebagai rujukan hukum, serta berhati-hati dari segala sesuatu yang menyelisihi keduanya.” [13]
Syekh Abdurrahman bin Qasim rahimahullah dalam kitab ad-Durar as-Saniyah menjelaskan, “Jalannya salaf adalah akidahnya Imam asy-Syafi’i, Imam Malik, ats-Tsauri, al-Auza’i, Ibnul Mubarak, Ahmad bin Hanbal, Ishaq bin Rahuwaih. Dan juga akidah para syekh yang dijadikan teladan, seperti al-Fudhail bin ‘Iyadh, Abu Sulaiman ad-Darani, Sahl bin Abdullah at-Tustari, dan selain mereka. Tidak ada perselisihan di antara para imam tersebut dalam pokok-pokok agama. Begitu pula Abu Hanifah rahimahullah. Dan akidah mereka inilah yang dianut oleh para sahabat dan para tabi’in yang mengikuti mereka dengan baik, yaitu apa yang ditegaskan oleh Al-Qur’an dan As-Sunah, baik dalam masalah tauhid, takdir, maupun perkara-perkara lainnya.” [14]
Dan tidak termasuk salaf, tokoh-tokoh ulama terdahulu yang terjatuh pada kebid’ahan yang muncul di masa setelah sahabat Nabi. Syekh Bakr Abu Zaid rahimahullah juga mengatakan, “Jika dikatakan: as-salaf atau as-salafiyyun, atau as-salafiyyah, ini semua adalah penisbatan kepada as-salaf ash-shalih (generasi salaf yang saleh), yaitu seluruh sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka barang siapa yang mengikuti mereka dengan baik, dia termasuk salaf. Bukan orang-orang yang condong mengikuti hawa nafsu (kebid’ahan) yang muncul setelah para sahabat, yaitu generasi belakangan yang menyimpang dari jalan salafus shalih meskipun mengatasnamakan salaf secara nama atau bentuk.” [15]
Inilah makna dari kata “salaf” secara khusus dan secara umum. Semoga dapat dipahami.
Baca juga: Siapakah Salafus Shalih?
Makna manhaj salaf
Jika penjelasan di atas telah dipahami, maka makna dari manhaj salaf adalah berkomitmen untuk beragama Islam dengan metode yang digunakan oleh para salafus shalih dalam berakidah, beribadah, berakhlak, dan ber-muamalah. Atau, manhaj salaf juga bermakna: memahami Al-Qur’an dan As-Sunah dengan pemahaman para salafus shalih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
وإِنَّ بَنِي إسْرَائِيْلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً ، وَتَفْتَرِقُ أمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِيْ النَّارِ إلَّا مِلَّةً وَاحِدَةً ، قَالَ مَنْ هِيَ يَا رَسُوْلَ اللَّهِ ؟ قَالَ : مَا أنَا عَلَيْهِ وَأصْحَابِي
“Bani Israil akan berpecah menjadi 74 golongan, dan umatku akan berpecah menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka, kecuali satu golongan. Para sahabat bertanya, “Siapakah yang satu golongan itu, ya Rasulullah?” “Orang-orang yang mengikutiku dan para sahabatku.” [16]
Perkataan Nabi “Orang-orang yang mengikutiku dan para sahabatku” inilah manhaj salaf. Syekh Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan menjelaskan,
السَلَفِيَّةُ هِيَ السَّيْرُ عَلىَ مِنْهَجِ السَّلَفِ مِنَ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ وَاْلقُرُوْنِ المُفَضَّلَةِ فِيْ العَقِيْدَةِ وَالفَهْمِ وَالسُّلُوْكِ، وَيَجِبُ عَلىَ المُسْلِمِ سُلُوْكُ هَذَا المَنْهَجِ
“Salafiyah adalah menjalani agama dengan metode para salaf, dari kalangan para sahabat Nabi, para tabi’in, dan tabi’ut tabi’in, yang merupakan tiga generasi umat Islam yang utama, baik dalam masalah akidah, dalam memahami dalil, dan dalam masalah akhlak. Dan wajib bagi setiap Muslim untuk menjalani manhaj ini.” [17]
Beliau juga mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengabarkan bahwa akan banyak terjadi perpecahan dalam umat ini, sebagaimana sabda beliau, “Yahudi telah terpecah belah menjadi 71 golongan, Nasrani telah terpecah belah menjadi 72 golongan, dan umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya masuk neraka kecuali satu.” Ada yang bertanya, “Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu siapa saja yang berada di atas ajaranku dan ajaran para sahabatku pada hari ini.” Inilah manhaj salafus shalih, yaitu apa yang dipegang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat beliau.” [18]
Syekh Muhammad Umar Bazmul hafizhahullah juga mengatakan, “Maka manhaj salafi adalah: metode yang dengannya terwujud ittiba‘ (mengikuti) terhadap apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Atau juga bermakna: berjalan di atas metode para sahabat dalam mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan memahami atsar (sunah Nabi). Dan orang yang menisbatkan diri kepada manhaj salaf disebut dengan salafi. Dan istilah ini banyak dijumpai dalam ucapan para ulama! Dan salafiyah adalah apa yang dianut oleh ahlul hadits, yaitu mereka yang merupakan ahlus sunnah wal jamaah.” [19]
Ringkasnya, manhaj salaf adalah cara beragama Islam dengan mengikuti cara beragamanya para salafus shalih dan memahami Al-Qur’an dan As-Sunah dengan pemahaman salafus shalih. Semua orang yang berkomitmen untuk beragama dengan metode tersebut, maka ia berada di atas manhaj salaf atau disebut juga dengan salafi.
Manhaj salaf bukanlah organisasi atau sekte tertentu
Jika penjelasan sebelumnya telah dipahami, jelaslah bahwa setiap orang yang beragama dengan mengambil sumber ajaran Islam dari para salafus shalih dengan sendirinya ia seorang salafi. Tanpa harus mendaftar, tanpa berbai’at, tanpa iuran anggota, tanpa kartu anggota, tanpa harus ikut pengajian tertentu, dan tanpa harus memakai busana khas tertentu. Maka Anda yang sedang membaca tulisan ini pun seorang salafi apabila berkomitmen untuk meneladani Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan para sahabatnya dalam beragama.
Jika ini dipahami, maka seharusnya telah jelas bahwa dakwah salafiyyah adalah Islam itu sendiri. Dakwah Salafiyyah adalah Islam yang hakiki. Mengapa? Karena dari manakah kita mengambil sumber pemahaman Al-Qur’an dan hadis selain dari para sahabat Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam? Apakah ada sumber lain yang lebih tepercaya? Apakah Islam dipahami dengan selera dan pemahaman masing-masing orang? Bahkan jika seseorang dalam memahami Al-Qur’an dan hadis mengambil sumber dari yang lain, maka dapat dipastikan ia telah mengambil jalan yang salah.
Ketika Syekh Salim bin ‘Ied Al-Hilaly menjelaskan surah An-Nisa ayat 115, beliau berkata, “Dengan ayat ini jelaslah bahwa mengikuti jalan kaum mukminin adalah jalan keselamatan. Dan ayat ini dalil bahwa pemahaman para sahabat mengenai agama Islam adalah hujjah terhadap pemahaman yang lain. Orang yang mengambil pemahaman selain pemahaman para sahabat, berarti ia telah mengalami penyimpangan, menapaki jalan yang sempit lagi menyengsarakan, dan cukup baginya neraka Jahanam yang merupakan seburuk-buruk tempat tinggal.” [20]
Sebagian orang mengira Salafi adalah sebuah sekte, aliran sebagaimana Jama’ah Tabligh, Ahmadiyah, Naqsabandiyah, LDII, dan lain-lain. Atau sebuah organisasi massa sebagaimana NU, Muhammadiyah, PERSIS, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, dan lain-lain. Ini adalah sebuah salah kaprah. Salafi bukanlah sekte, aliran, partai atau organisasi massa, namun salafi adalah manhaj (metode beragama). Sehingga semua orang di seluruh pelosok dunia, di manapun dan kapanpun, adalah seorang salafi jika ia beragama Islam dengan manhaj salaf tanpa dibatasi keanggotaan. Tidak ada pendaftaran, bai’at, keanggotaan, atau semisalnya.
Sebagian orang juga mengira dakwah Salafiyah adalah gerakan yang dicetuskan dan didirikan oleh Syekh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah. Ini pun kesalahan besar! Dijelaskan oleh Syekh ‘Ubaid bin Abdillah al-Jabiri, “Dakwah salafiyah tidak didirikan oleh seorang manusia pun. Bukan oleh Syekh Muhammad bin Abdul Wahab bersama saudaranya, Imam Muhammad bin Su’ud, tidak juga oleh Syekhul Islam Ibnu Taimiyah dan murid-muridnya, bukan pula oleh Imam Mazhab yang empat, bukan pula oleh salah seorang tabi’in, bukan pula oleh sahabat, bukan pula oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, dan bukan didirikan oleh seorang Nabi pun. Melainkan dakwah Salafiyah ini didirikan oleh Allah Ta’ala. Karena para Nabi dan orang sesudah mereka menyampaikan syariat yang berasal dari Allah Ta’ala. Oleh karena itu, tidak ada yang dapat dijadikan rujukan melainkan nash dan ijmak.” [21]
Oleh karena itu, dalam dakwah salafiyah, tidak ada ketua umum Salafi, Salafi Cabang Jogja, Salafi Daerah, Tata tertib Salafi, AD ART Salafi, Alur Kaderisasi Salafi, dan tidak ada muassis (tokoh pendiri) Salafi, dan semisalnya. Karena salafi bukanlah sekte atau organisasi. Tidak ada pendiri Salafi, melainkan Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada AD-ART Salafi, melainkan Al-Qur’an dan As-Sunah dengan pemahaman para sahabat.
Syekh Dr. Muhammad bin Fahd Al-Furaih hafizhahullah mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah imamnya Salafiyin dan pemimpin mereka.” [22]
Syekh Dr. Zaid bin Muhammad al-Madkhali mengatakan, “Adapun salafiyah, maka ia bukanlah sebuah hizb (kelompok) dari sekian banyak kelompok yang ada. Dakwah salafiyah tidak memiliki pendiri dari kalangan manusia. Akan tetapi, ia adalah manhaj (metode) ilahi, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunah, yang dipegang oleh para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itu, mereka disebut salaf, yaitu para pendahulu kita yang telah berlalu, yang berada di atas kebenaran dan keselamatan.” [23]
Dakwah Salafiyah tidak mengkultuskan person-person tertentu, atau mengajak untuk menaati ulama tertentu secara mutlak. Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah mengatakan, “Kami menegaskan bahwa kami berbangga ketika kami menisbatkan diri kepada salafus shalih. Dan kami tidak menisbatkan diri kepada person-person tertentu, atau ciri khas tertentu, atau jamaah tertentu, bagaimana pun keadaan mereka.” [24]
Wallahu a’lam, semoga Allah Ta’ala memberi taufik.
Baca juga: 13 Akhlak Utama Salafus Shalih
***
Penulis: Yulian Purnama
Artikel Muslim.or.id
Catatan kaki:
[1] Al-Manhajus Salafi Ta’rifuhu wa Simatuhu wa Da’watuhu al-Ishlahiyyah, hal. 6.
[2] Al-Ajwibah al-Mufidah ‘ala Asilah al-Manahij al-Jadidah, hal. 75.
[3] Fatawa al-Lajnah, vol. 2, 2: 40-41.
[4] Al-Ittiba’ lis Salafis Shalih Aqidatan Manhajan wa Fiqhan, hal. 9.
[5] Al-Qamus Al-Muhith, hal. 60.
[6] Mu’jam Maqayis al-Lughah, 3: 95.
[7] QS. Az-Zukhruf: 56.
[8] Al-Mufradat, hal. 239.
[9] Syarah Ushul I’tiqad Ahlissunnah, 1: 9. Sebagian ulama berpendapat, salaf artinya para sahabat Nabi saja. Sebagian lagi berpendapat bahwa salaf artinya para sahabat dan tabi’in. Sebagian ulama berpendapat salaf artinya para pengikut imam tertentu. Namun, pendapat yang masyhur dan merupakan pendapat jumhur ulama adalah yang disampaikan oleh Al-Lalika’i rahimahullah.
[10] HR. al-Bukhari no. 2652, Muslim no. 2532.
[11] Lawami’ al-Anwar, 1: 20.
[12] QS. At-Taubah: 100.
[13] Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu Baz, 9: 238.
[14] Ad-Durar As-Saniyah, 3: 49.
[15] Hukmul Intima’ ilal Firaq wal Ahzab wal Jama’at al-Islamiyah, hal. 46.
[16] HR. At-Tirmidzi no. 2641. Dalam Takhrij Al Ihya (3: 284), Al’Iraqi berkata, “Semua sanadnya jayyid.” Dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi. Dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhu.
[17] Al-Ajwibah Al-Mufidah, hal. 103.
[18] Website resmi Syekh Shalih Al-Fauzan: https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/15030, diakses tanggal 15 Muharram 1447 H.
[19] Al-Manhajus Salafi, Ta’rifuhu wa Simatuhu wa Da’watuhu Al-Ishlahiyah, hal. 6.
[20] Limaadza Ikhtartu Al-Manhaj As-Salafi Faqot, karya Syekh Salim bin ‘Ied Al-Hilaly, hal. 92.
[21] Ushul wa Qawaid fii Manhajis Salaf, hal. 7.
[22] Al-Ittiba’ lis Salafis Shalih I’tiqadan wa Manhajan wa Fiqhan, hal. 5.
[23] Al-‘Aqdul Mundhidh, 1: 97.
[24] Silsilah al-Huda wan-Nur no. 632.





Alhmd4JJ1
Artikel yang sangat bermanfaat, terutama bagi kami generasi muda yg baru belajar mengenal Islam, agar tidak terjebak ke dalam firqah-firqah yang menyesatkan
Assalamualaikum..wr.wb..
Subhanallah…
Moga kita slalu dalam Lindungan,Hidayah dan Petunjuk-Nya,serta smoga kita termasuk umat Rasulullah yg mendapat safa’at beliau.. Amin..
Sy org awam tntang tuntunan salaf,bgm caranya agar bisa memperdalam Ilmu Agama Allah yg dibawa Oleh Rasulullah dan diteruskan oleh para Sahabat Beliau ini agar tidak terjerumus pada ajaran dan tuntunan yg dilaknatullah??
Dan bgm agar sy bisa mendptkan penjelasan2 yg haq tntang ajaran Islam?
Assalamu’alikum…
cuma mau sedikit bertanya…atas latar belakang apa sang Katib Risalah diatas banyak mengambil nasihat, perkataan, dan nukilan dari Al-Utsaimin, Bin Baz wa akhowatuhuma???? apakah mereka benar2 mengikuti salaf sehingga anda mengutip parkataan2nnya seolah perkataannya Benar-Benar BENAR???
syukron jaziilan..
Wassalam’alaikum…
@alfan
pertanyaan antum bisa dilihat di kitab kitab masing2 ulama tersebut..
tafadhol, silahkan merujuk ke kitab2 karangan2 ulama2 tersebut, maka akan banyak antum dapatkan ulama2 tersebut berpedoman pada al-qur’an dan sunnah SESUAI DENGAN PEMAHAMAN SAHABAT DAN ULAMA SALAFUS SHALEH… :)
ARTIKEL YANG BAGUS SEKALI. awalnya saya hanya mau kirim ke fb satu orang teman , tapi karena terlalu bagus , sayang kalau hanya untuk satu orang saja.
Ilmu yg sangat bermanfaat. .
Subhanallah…. Smoga Allah Azza wa Jalla memberikan kebaikan yang banyak pada antum dan semua kaum muslimin yang menegakan manhaj yang haq ini… Smangat akhi untuk memperjuangkan manhaj yang haq ini.. Allah akan bersama orang2 yang sabar. SEMANGAT!!!
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun !!
subhanalloh
assalamualaikum Wr Wb
saya mau bertanya, tentang hukum berpegangan pada satu mashab saja.apakah ada tuntunanya?
dan bolehkah kita mengadakan sholat jum’at disekolah dengan jumlah siswa lebih dari cukup? kalau boleh apa dasarnya, terimakasih.
wasalamualaikum Wb Wr
asalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
terima kasih, atas informasinya, tapi ada yang belum dijawab tentang dasar pelaksanaan solat Jum’at di suatu sekolah boleh atau tidak?
sekali lagi terimakasih.
jozzz
#yazid bunyamin wasul
Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Masjid sekolah itu tidak terhitung sebagai masjid. Namun, menurut sebagian ulama jum’atan boleh dilakukan di tempat yang bukan masjid, meski lebih baik tetap di masjid dalam rangka khuruj min khilaf (mengambil pendapat yang tidak diperselisihkan).
assalamu’alaykum
ana ijin share ya……..
jazakumullah
bismillah, sy mau tanya, bagaimana dg sdr2 kita muslimin, akan tetapi mereka tidak menisbatkan diri pada manhaj salaf? atau mungkin berpikiran yg ptg sy islam?
#al-misky
Bermanhaj salaf itu wajib, namun menisbatkan diri itu tidak wajib, sebatas boleh saja. Perhatikan perbedaan hal ini. Orang yang bertekad dan berusaha untuk berislam dengan pemahaman yang benar ia sudah bermanhaj salaf sekalipun belum pernah mendengar istilah ‘manhaj salaf’.
Adapun pernyataan yang penting Islam apapun pemahamannya, sama saja mengatakan tidak ada kesesatan, tidak ada penyimpangan, semua yang mengaku Islam sudah pasti benar. Tentu pernyataan ini tidak benar.
izin copast yah…
jazakalloh..
Apakah anda manhaj salaf atau salafi, anti dengan teknologi ??(harap dijawab)
#Firzada
Manhaj salaf tidak anti teknologi.
Kalau begitu bagaimana hukumnya gambar2 manusia atau patung2-(organ2 tubuh manusia/hewan)- yang digunakan di dalam ilmu kedokteran atau ilmu biologi. . . .??
@ Firzada
Wallahu a’lam. itu adl keadaan darurat dan ada hajat.
Alhamdulillah ada banyak ilmu yang bisa di dapat dalam artikel ini,, semoga Allah membalas kebaikan sang penulis yang senantiasa menyampaikan dakwah islam di muka bumi ini.. :)
subhanalloh..
ana adlh seorang muslim yg kufur, tp alhmdulillah Alloh masih berbaik hati mengantarkan sy pda manhaj salaf,, tp inilah kekurangan ana yakni terlalu mudah emosi, keras n kasar trhdap org2 yg mencela manhaj ini shingga ana turut membenarkan pemahaman mereka ttg salafi.. semoga Alloh senantiasa membimbing ana n kita smua utk bs bnar2 bs mengaplikasikan manhaj ini dlm stiap aspek kehidudan..
asslamualaikum..
Saya orang awam dan islam keturunan , jadi adanya ini saya merasa banyak sekali mamfaatnya untuk memperbaiki diri ilmu islam alhamdullilah mudah mudahan saya bisa belajar yang lebih baik dari manhaj salaf.Terimakasih
alhamdllah dulu saya perna masuk aliran yg sesat tapi sudah insyaf berkat ulama-ulama salaf yg menasehati ana….
Alhamdulillah atas nikmat Islam dan Sunnah di atas Manhaj Salaful Ummah.. Jazakumullahu khayran, wabarakallahu fiikum.
Assalamu’alaykum…
izin share n copaz…
jazaakumullahu khair…
Assalamualaikum…afwan Ana izin share dan copas materi”nya ..Syukron katsiron.
Assalamualaikum…afwan ana izin copas dan share materi”nya ..
Assalamu alaikum… kita sepakat bahwa wajib hukumnya umat islam untuk ittiba’ kepada salafus shalih. Yang jadi pertanyaan saya adalah apakah ormas-ormas islam yang ada di indonesia sejak dulu seperti NU, Muhammadiyah dsb tidak ber-ittiba’ kepada salafus shalih ? apakah jika NU, muhammadiyah diklaim tidak salafy,maka ormas tersebut wajib BUbar karena melakukan bid;ah dan sesat karena dianggap tidak sejalan dengan Salafy versi syeikh albany, bin baz, utsaimin dll ? terimakasih dan mohon berikan penjelasan agar sy faham
#syahdan
Wa’alaikumussalam, silakan anda nilai sendiri apakah Muhammadiyyah dan NU sudah sesuai dengan praktek salafus shalih dalam aqidah dan ibadah? Ataukah aqidah dan ibadah mereka hanya menyesuaikan dengan pendiri dan tokoh-tokoh mereka?
Syaikh Ibnu Baaz, Syaikh Ibnu Utsaimin, Syaikh Al Albani adalah para ulama salafi. Namun perlu dicatat, Imam Asy Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Sufyan Ats Tsauri, Ibnu Rajab, An Nawawi, Ibnu Hajar Al Asqalani, Asy Syaukani, Ash Shan’ani, juga para ulama salafi.
assalamu’alaikum …
ana sdh membacanya dan semakin memikirkanya,ana sdh mulai mengenal dan segerah ingin mengucapkan salam terhadapnya,saya sdh 2 thn memperhatikan sikaf,adap dan tata cara saudara 2 yg memeluk manhaj ini ( salafi ) , mereka adalah orang 2 yg slalu istiqomah,mereka sangat hati 2 dlm menjaga shalatnya dengan berjamaah,mereka slalu mengalihkan pandangan mata mereka dari kemilau harta dunia,dan yg menakjubkan ,blm ana lihat satu orgpun dari mereka yang MEROKOK,bila menatap wajah 2 mrk..tidak ana temukan sesuatu yg mrk cemaskan dlm menjalani hidup ini,sprt sangat menyenangkan bila dipandang mata,sprtinya…mrk juga menjaga malamnya dengan berdiri disaat org 2 berselimut
mohon bimbingan utk teguhnya iman didada
wasalam.
SUBHANNALLOH…..MAJU TERUS PEJUANG PEJUANG ISLAM, TEGAR DIATAS SUNAH
Assallammu’alaikum, Saya selaku umat Islam sangat senang membaca artikel yang begitu mengarah kebenaran/lurus, yang mana ana sedang mencari artikel2 yang kompeten di dalam membahas keIslaman semoga dapat diperluas lagi mengenai artikel ini, sehingga akan tegak kembali Islam dizaman yang penuh dengan dosa/bid’ah yang mengakibatkan umat Islam banyak yang terperosok/tergelincir ke ambang pintu Neraka.Jajakalloh telah ana dapat mengenai salafi yang mengarah kebenaran.
“Bismillah…kita hidup di zaman yang sangat jauh setelah zaman nabi dan para sahabat, bagaimana keimanan ummat di zaman kita ini, apakah kita masih meyakini kemurnian aqidah ummat islam saat ini, sungguh terlalu banyak pertanyaan yang mesti kita jawab yang berhubungan dengan aqidah kita, sudah benarkan shalatku ?, sudah sempurnakah bacaan al qur’anku ?, bolehkah kita melakukan amalan yang tidak ada contohnya dari nabi kita yang mulya Muhammad sallallahua’laihiwasallam, semua pertanyaan tersebut insya allah akan terjawab apabila kita menuntut ilmu dan mengikuti metode atau cara beramal para sahabat nabi, terimakasih saudaraku atas artikelnya..
apakah di pondok modren ada yang salaf
assalam wr.wb
bagaimana dengan orang-orang yg mengikuti mazhab tertentu?
Bukankah para imam mazhab yg empat membangun fatwanya jg berdasarkan Al-qur’an dan sunnah?
Memang para imam mazhab jg manusia dan tidak terlepas dari salah. tp kepakaran mereka dalam ilmu fikih sudah diakui umat muslim di seluruh dunia. Sedangkan bagi yg tidak mengetahui suatu perkara diperintahkan untuk bertanya kepada yg tahu…..
ulam seperti Nashirudin Al Albani, syaikh abdul aziz bin baz dkk jg manusia biasa, berarti bisa salah bisa benar.
Satu lg, bagaimana cara kita menyikapi perbedaan, terutama berkaitan dengan masalah-masalah furu’ (cabang) dalam islam?
izin copas akhi….sangat bermanfaat sekali…jazakullah khoir…
izin copy akh….untuk disebarluaskan, sangat bermanfaat sekali…jazakullah khoir…
As salamualaikum.
Menitis air mata saya bila saya membaca komen-komen antum untuk menegakkan AGAMA ALLAH iaitu ISLAM dan perjuang manhaj salaf. DEMI ALLAH yang memegang roh dan jiwa ku akan aku mempertaruhkan nyawa ku demi manhaj salaf yang di iman oleh MUHAMAD s.a.w. dan sahabat ABU BAKAR, UMAR, UTSMAN DAN ALI yang di redai oleh ALLAH. mudah-mudahan ALLAH menredai kita juga dan menerima taubat kita dan memasukkan kita ke dalam syurga bersama-sama dengan golongan manhaj SALAF.
Nota: untuk pengikut manhaj salaf email kan kepada saya jika ada komen atau risalah yang perlu saya tahu. terima kasih dari kuching,sarawak.
Semoga kita bisa terus berpegang dengan manhaj salaf.
Assalamualaikum.. Ana izin share ya. Jazakumullah
bermanfaat……terima kasih ilmu
jazakallah kasyir, article antum sangat mencerahkan. Ana mau nanya tentang manhaj Asy ‘Ariyah, apakah aqidah dan ibadahnya bisa dikategorikan sesuai dengan manhaj salaf.
Assalamualaikum.. Ana izin share ya..Akhi … Jazakumullah Khair..
Assalamu’alaikum warahmatullah,,,, Sgt mencerahkan akhi,,, Jazakumullahu khayran, wabarakallahu fiikum
Assalamu Alaikum… terimakasih banyak atas ilmu yg sangat bermanfaat ini, izin copy sebagai pembelajaran untuk diri yg awam ini , agar tidak sesat dlm beragama
Jazakallohu khoiron kajian seperti ini dapat menambah pengetahuaan ,yg sangat berguna mewaspadai dari tipu daya kelompok sesat
salam tauhid
izin share ustadz
Salam, merujuk penjelasan diatas maka sy menjadi semakin mantap dlm menjalani manhaj salaf. Sbgmn thd ulul amri, sy hanya akan taat kepada Rasul sepanjang perintah rasul sesuai dg perintah Allah, tapi kalau bertentangan dg allah tidak akan sy taati… tks ustadz
Jazakallahu khoir. Sungguh sangat bermanfaat……namun yg patut di sayangkan bahwa kita2 yg bermanhaj salaf, sering kali mendapat predikat dgn sebutan wahabi oleh sesama muslim.
Alhamdulillah.. ana sudah kenal manhaj salaf.. yang istiqomah padanya insyallah…
Alhamdulillah …ana sudah kenal manhaj salaf dan isnyaAllah Istiqomah idalamnya…dan untuk berbagai fitnah dari “saudara kita sesama muslim” tidak usah terlalu konsen meladeni mereka, lanjutkaaaan saja Dakwah, dengan menonjolkan Akhlakul Karimah…karena kalau terlalu sibuk mengurus “batu sandungan” sampai kapan kita ke tujuan? goal nya “Tauhidullah,tanpa ada khurafat, syirik dan bid’ah….Semoga Allah selalu memberikan Taufik dan Hidayah pada kita semua..tetep istiqomah dijalanNya…based A-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Muhammad sallahu ‘alaihi Wassalam…Keep Ukhuwah…setiap ummat Islam Bersaudara ^_^
makasih penjelasanya, ijin copas
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Segala puji puja hanya bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Serta shalawat dan salam selalu tercurah kepada Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam.
izin share ustadz
Jazakallahu khoir, mencerahkan & menambah mantap hati ini, izin share
setuju, sepakat dengan pendapat anda. :)
Terima kasih
Website ini sangat bermanfaat
assalamualaikum warahmatulah,,ijin copas kajian2 nya ustadz jazakalahukhairan
Ustadz, apa arti dari manhaj? Apakah jaman nabi atau jaman sahabat pernah ada yg membahas manhaj?
Manhaj artinya metode beragama
MasyaAlloh,
Semoga Allah jaga keistiqomahan anta diatas Sunnah
Alhamdullilah sangat terbantu
Assalamualaikum warahmatullah, barakallahu.. Izin share and save, jazakallahu khoir
Assalamualaikum Izin save linknya akh ana ingin meletaknya di bio ana
Jazakallahu Khairon
Bismillaah…
Ana hanya mau mengingatkan kepada saudara semuanya bahwa hati-hati terhadap orang-orang yang berkata : ” saya keluar dari salafy setelah belajar 6 tahun atau tujuh tahun” karena kalau kita lihat sekilas saja ( tentang alasan mereka keluar ) maka akan didapati hal yang sangat mengelitik dan mengherankan, ada yang beralasan karena orang-orang salafy mengkafirkan kaum muslimiin, padahal kalau memang benar dia belajar selama 6 tahun maka akan sangat jelas baginya bahwa hal itu tidaklah benar.. tapi entah 6 tahun apa yang dimaksud apa dalam mimpinya kali yaa???
Assalamualaikum
Izin share dan save linknya akh
Jazakallah khairan
Assalamualaikum, boleh minta link tentang cara sholat yang benar menurut sunnah? Terimakasih
jazakallah khoiron katsir, artikelnya sangat informatif
Bismillahirrahmanirrahim ….
Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Ustazd ana mau bertanya apakah manhaj salaf itu beda dengan wahabi????
Tolong jelaskan perbedaannya karena setiap kali ana menyebarkan ilmu salaf, ana sering dituding sebagai pengikut wahabi.
Jazakallahu Khairan Katsiraa
jazakallah khairan
ana ijin copy paste dan share di wordpress ana
Jazaakumullahu khayran
Ana izin share
Izin share link di instagram ya akh
Maaf saya masih bingung…
Hubungan atau apa ya namanya
Manhaj salaf, madzab syafi’i, NU
Ini istilah yang berbeda rangkaian atau bagaimana. Kalau misal NU sudah pasti ambil mahzab syafii dan manhaj salaf atau bagaimana mohon penjelasannya terimakasih
MasyaAllah, izin copas dan save kak
Izin share link websitenya
izin share link website nya
Izin copy paste dan share di media sosial ana link nya akhi
Izin share link nya di instagram ya akhi
Alhamdulillah, memperbaiki ilmu dan pemahamanku
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabbarakatuh.izin copas
Apakah ada pdf nya, bila ada izin share cetak dan disebarluaskan jazakumullahu khairan wa baarakallahu fiykum
Assalammualaikum izin share link ya syukran jazakallahu Khairan
Artikelnya apakah ada versi ebook
Singkatnya, lakukan saja yg sudah diajarkan rasulullah & lakukan saja apa yg jelas” tertulis didalam al-quran tdk usah berfikir untuk memvariasinya. lu kira seblak
bismillah
ana izin copas ya min
Uraiannya sangat menarik ilmiah, yg jadu pertanyaan, kenyataannya saudara2 kita yg sudah menisbatkan dirinya sebagai salafi ini sangat angkuh, merasa paling benar sendiri, jumud, tdk mau duduk di majlis ilmu yg tdk sealiran dg mereka, tdk mau baca kitab yg bukan dari imamnya, eksklusif, bertolak belakang dg uraian tsb diatas, maaf
Assalamualaikum, izin share link nya. Syukron
Bismillaah,
kami tidak mau duduk di majelis ilmu yg bukan bermanhaj Salaf itu benar adanya. Karena inilah cara kami menjaga diri dari pengaruh bahaya syubhat. Tidak mau baca kitab yg bukan dr imam kami juga bisa di bilang benar, karena ini juga cara kami menjaga diri dari pengaruh bahaya syubhat pemahaman yg menyelisihi Sunnah. Kita (para penuntut ilmu ini) sejatinya masih belajar, fakir ilmu, belum mampu menjaga iman dg baik selain harus terus belajar dan belajar dari sumber ilmu yang benar-benar aman untuk aqidah kita. Ini sangat penting untuk menjaga kemurnian aqidah. Menjaga kemurnian aqidah tidak bisa dilakukan secara sembarangan, tidak pula mengambil ilmu secara “prasmanan” (ambil yang disukai sesuai selera). Ilmu yang kita dapatkan haruslah benar-benar murni sesuai dg pemahaman para salafush shalih.
Sedangkan pandangan angkuh, merasa paling benar sendiri, eksekutif, dll…ini mungkin dikarenakan mungkin antum bertemu dengan orang yang belum tepat. Mungkin ada beberapa orang yang seperti itu adanya (seperti yg antum katakan), dikarenakan kurangnya pengetahuan mereka dalam menerapkan ilmu & adab.
Tapi ana yakin sebagian besar dari kami yang memahami manhaj Salaf dengan baik dan benar, akan antum dapati dengan pandangan yang berbeda pula. Insyaa Allah.
Semoga suatu saat nanti Allah memudahkan antum bertemu dengan saudara-saudara kita yang sholeh, yang benar-benar faham dan menerapkan manhaj salaf dg baik dan benar. Aamiin. Insyaa Allah.
BaarokAllahu fiik.
Afwa ini cara minta link nyah di mna ya
Semoga programnya di ridhoi oleh allah swt
Assalamu’alaikum, syukran ilmunya izin share dan menaruh dibio instagram, jazakumullah khairan
Bismillah
Masya Allah Tabarokallah
Allahumma baarik fiihi
Jazakallahu
Sangat bermanfaat dan faedah sekali
Izin copy link tautannya untuk dishare di bio ig saya
Assalammu’alaikum..
Saya masih belum paham tentang Manhaj Salaf itu bagaimana ya? Apa perbedaan Salaf dengan Wahabi? Karena di tempat saya kalau ada yg menyebut Salaf pasti langsung dibilang Wahabi. Apakah ajaran-ajaran Manhaj Salaf sama dengan Ahlussunnah wal Jama’ah? Dari dulu sampai sekarang yg saya paham dan ikuti Ahlussunnah wal Jama’ah. Tapi kok sekarang banyak sekali aliran ini aliran itu, paham ini paham itu. Sangat membingungkan. Mohon penjelasannya. Trimaksih
Assallamualaikum Masyallah izin share link nya syukron
Masyaa allah , barakallahu fiikum, jazakallah Khaer.. Izin untuk jadikan bio di ig ana
Islam ini luas,jangan dipersempit)
Semoga kita selalu dalam lindungan Allah
Bismillah..
Izin jadikan link di bio ig.
Jazakallau khairan
Barakallahu fiikum
MasyaAlloh..
izin share juga ya…
Jazakumullah Khairan wa Barakallahu Fiik Ikhwa atas share Ilmunya.
Masyaallah ilmu yang bermanfaat
semoga bisa ak amalkan sebagai pedoman hidup Trmksih
Alhamdulillah banyak ilmu yang di dapat setelah selama ini ternyata banyak keliru dalam beribadah. sedikit saran buka saluran WhatsApp agar bisa saling berbagi
Semoga Allah memudahkannya. Baarakallahu fiik.
Assalamualaikum..
apakah ada jual buku manhaj salaf…
barakallah fikum
Bisa dicari di toko-toko buku online, baarakallahu fiik.
InsyaAllah.. kebenaran Milik Allah..
Manhaj Shalafusshaleh Adalah jalan kebenaran..ikutilah sekuat jiwaRagamu.Bismillaah..
Assalaamu ‘Alaiikum..
jazakumulaah khaiiran..
InsyaAllah..manhaj shalaf adalah Jalan Kebenaran Syari’at Islam sesuai Sunnah Rasulullah dan para sahabatnya..
ikuti dengan sekuat jiwa ragamu..jgan Ragu.
MasyaAllah izin shere juga yah